Referensi Bahasa Inggris

Ads Header

.

Monday, May 20, 2013

Belajar Grammar Itu Wajib, Benarkah??


.
Jangan belajar grammar jika diartikan dalam bahasa Indonesia menjadi "Don't Learn Grammar!!". Kata tersebut adalah imperative sentence yang menunjukkan perintah untuk tidak mempelajari grammar. Saya tidak bermaksud untuk memprovokasi anda untuk tidak belajar grammar. Saya hanya memberikan solusi agar anda tidak buru-buru membenci bahasa Inggris karena rumit belajar grammar.

Sebelumnya juga saya sudah bercerita tentang bagaimana belajar grammar tanpa buku, yang kesimpulannya adalah tidak mungkin bisa belajar grammar tanpa buku grammar. Tulisan 'Belajar Grammar Tanpa Buku Grammar' hanya ditunjukkan untuk anda yang suka belajar grammar, sedang tulisan ini jelas ditunjukkan untuk anda yang sedikit senang mempelajari bahasa Inggris tapi tidak suka mempelajari grammar.

Meskipun pada dasarnya belajar grammar adalah sangat penting ketika kita belajar bahasa Inggris, namun keberadaan grammar yang sedikit membosankan ini bisa disingkirkan terlebih dahulu untuk bisa menguasai skill bahasa Inggris seperti speaking.

belajar grammar
Harus diakui bahwa kadang kita suka nonton film barat, dan ingin sekali memahami kalimat-kalimat percakapan bahasa Inggris yang ada di film tersebut, sehingga tidak jarang orang yang suka film barat juga ingin belajar bahasa Inggris.

Oleh karena itu, jangan terburu-buru membenci grammar jika anda ingin mempelajari bahasa Inggris. Prioritaskan dahulu skill bahasa Inggris apa yang ingin anda pahami, semisal saja speaking. Oke kita dahulukan speaking. Kita pelajari cara berinteraksi sehari-hari dahulu, terus menambah kosakata bahasa Inggris kita dan jangan lupa untuk berlatih.

Setelah speaking sedikit dikuasai, barulah kita beralih ke tahapan berikutnya, reading, writing dan listening. Pelajari hal-hal penting dengan materi bahasa Inggris dalam reading, writing, dan listeningnya. Jika sudah, barulah ambil keputusan ke penguasaan bahasa Inggris, seperti vocabulary, semantics, linguistics, dan lain sebagainya.

Jika sudah dikuasai semua, berarti anda sudah mahir dalam bahasa Inggris. Namun pertanyaannya adalah, "Apakah grammar tidak dibutuhkan ketika mempelajari semua materi bahasa Inggris yang rumit tersebut?"

Silahkan jawab dalam hati saja....

Ketika anda mempelajari materi "kuliah" bahasa Inggris tersebut, pasti anda bisa menyimpulkan apakah grammar itu penting atau tidak. Dan dari pengalaman saya, belajar grammar itu tidak hanya penting, tapi juga WAJIB.

Apa anda berbeda pendapat ?
More aboutBelajar Grammar Itu Wajib, Benarkah??

Friday, May 17, 2013

Kontroversi Grammar Perusak Speaking


.
Ada seorang bule berbincang dengan seorang mahasiswa yang sedang berlatih speaking. Si bule  terlihat tidak menikmati pembicaraan dengan si mahasiswa karena ia pikir mahasiswa tersebut terlalu lama berpikir tentang grammar ketika berbicara. Hingga dengan sangat terpaksa si bule diakhir pertemuannya dengan si mahasiswa menyarankan agar jangan terpaku pada aturan grammar ketika berbicara bahasa Inggris. Si mahasiswa mengganguk mengiyakan saja seolah-olah pertemuannya dengan si bule rusak dan gagal gara-gara Grammar.

Ilustrasi tersebut mungkin pernah dialami oleh beberapa siswa yang suka belajar bahasa Inggris, khususnya speaking. Menurut hemat saya, membenarkan pendapat si bule bahwa grammar merusak speaking anda adalah salah besar.
 
Grammar itu aturan paten dalam belajar bahasa. Grammar tidak hanya wajib dipelajari, tapi juga harus diamalkan. Meski demikian, ternyata masih banyak yang menganggap belajar bahasa tidak belajar grammar. Tidak hanya orang bule, tapi juga berbagai instansi, lembagai pelatihan bahasa, kursus dll juga masih banyak yang beranggapan seperti itu. Lihat saja, banyak ‘iklan’ bertebaran di berbagai ‘spanduk’ yang menawarkan program  ‘lancar bahasa inggris tanpa grammar
 
Bagi saya, grammar tetap wajib dipelajari (baca:belajar grammar itu wajib) meski kita sedang belajar berbicara (Speaking ) atau berlatih percakapan bahasa Inggris. Keberadaan Grammar tidak boleh tergeser dengan dalih apapun. Alasan ini mungkin ditolak oleh beberapa ‘penyedia spanduk’ program ‘lancar cas-cis-cus bahasa inggris tanpa grammar’ tersebut. Namun, saya akan tetap ngotot sekuat tenaga bahwa grammar itu penting meski kita sedang dalam hipnotis ‘spanduk lancar bicara bahasa Inggris tanpa grammar.’
 
Lancar bicara bahasa Inggris bergantung pada kemauan anda untuk berlatih percakapan bahasa Inggris. (baca: Cara Ekstrim Lancar Percakapan Bahasa Inggris). Jika anda tidak memiliki kemauan untuk beralatih speaking, anda tentu kehilangan syarat wajib lancar berbicara Bahasa Inggris.
 
Selain tekad dan kemauan untuk berlatih percakapan, anda juga dituntut untuk mengetahui berbagai kosakata bahasa Inggris yang tepat. Semisal saja, jika kita sedang berada di kebun binatang, tentu topik pembicaraan kita adalah mengenai fauna, satwa, binatang atau hewan. Oleh karena itulah kosakata bahasa Inggris tentang binatang perlu anda kuasai. Jika tidak, maka sia-sia saja anda terjebak dalam ‘spanduk lancar berbahasa Inggris tanpa grammar’.
 
belajar grammar
Dalam berlatih percakapan bahasa Inggris, kedua hal di atas jelas memiliki pengaruh yang besar. Bagi orang yang memiliki kemauan dalam mengawali pembicaraan dengan orang lain, maka dia memiliki kesempatan untuk terus meningkatkan kemampuan percakapannya. Namun jika seseorang tidak memiliki satu hasrat pun untuk bertanya dan mengawali pembicaraan bahasa Inggris, maka jangan harap anda memiliki kesempatan lancar bahasa Inggris (baca: 9 Pertanyaan pembuka percakapan bahasa Inggris)
 
Dari uraian diatas, tidak ada satu alasan pun bahwa grammar merusak kelancaran speaking anda. Yang ada hanyalah bahwa grammar perlu dilupakan dalam speaking bahasa Inggris, bukankah demikian?

(Reupdated : Daripada Tidak Ada Yang Baca)
More aboutKontroversi Grammar Perusak Speaking

Tuesday, May 14, 2013

Tebak “I am” atau “I is”


.
Belajar Bahasa Inggris kapan saja dan dimana saja. Contohnya, beberapa waktu lalu saya berkumpul dengan dua kawan saya, keduanya sudah menikah dan sudah memiliki momongan, yang satu duda anak satu, yang satu lagi memiliki anak dua (Huhuhu kok jadi ngomongin anak ya?) Entah dari mana kita berbincang-bincang eh ketemunya membahas masalah grammar. Dari pembahasan grammar tersebut, ternyata ada satu catatan yang sangat menarik untuk kita bagikan disini, yah sekedar istirahat sejenak membahas dan mendiskusikan Bahasa Inggris.

Lanjut lagi, dari pembahasan grammar dimana saya dan kawan-kawan saya bicarakan tersebut, eh tidak tahu entar dari mana nongolnya tu kalimat, just suddenly ceplos kawan saya bilang, “Don’t say I am.. But say I is…….” Teman saya yang sudah punya anak itu dengan gigih mempertahankan pendapatnya itu bahwa, “I is” bukan “I am”.


belajar grammar
Kawan saya yang satu lagi, beradu argument dengan cukup sengit, mengingat kedua-duanya cukup rada pinter secuil memahami grammar, saya hanya diam saja seolah-olah berpikir padahal senang melihat keduanya beradu pendapat dan gagasan dalam bidang grammar.

Dari perdebatan tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam grammar semuanya bisa diubah menurut versinya masing-masing, jadi tak perlu protes dengan pendapat mereka tadi. Jadi, jika mereka bilang “I is” maka tak perlu ribut, itu hak mereka. Jika mereka bilang “You is” itu juga hak mereka.

Dengan rasa kantuk yang super tinggi, dalam hati saya berpikir (ups otaknya udah pindah di hati), emang bisa gitu “I is” bukan “I am”????

Akhirnya, setelah berlama-lama berpikir seperti orang berotak, kutemukan juga jawabannya…. Bahwa subyek “I” bisa dan bahkan wajib menggunakan “is” jika subjective complement kalimat teresebut adalah “the ninth letter of the alphabet”…. Yes !!!!

Jadi kesimpulannya adalah, tak perlu ribut dengan candaan bahasa Inggris yang kita perdebatkan tadi karena jawabannya adalah..

Don’t say “I am the ninth letter of the alphabet”………. But say “I is the ninth letter of the alphabet”……… Oke…. Oke….. Oke.. !!!!
More aboutTebak “I am” atau “I is”
Google Indonesia for Referensi Belajar Bahasa Inggris

Popular Posts

PATUT DIBACA

More on this category »